Logo IPTI - Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia

14:04 Add Comment
Logo IPTI - Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia
Waisai, 999-logo.blogspot.com Memantapkan jati diri dan percaya diri sebagai generasi muda Tionghoa Bangsa Indonesia, demikianlah salah satu misi dari Ikatan Pemuda Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia.
Baca Juga :
27 Juli 2007 menjadi tanggal yang bersejarah bagi sekelompok pemuda-pemudi Tionghoa Indonesia. Di hari tersebutlah mereka secara resmi membentuk Ikatan Pemuda Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (IP-PSMTI). Pembentukan ditandai dengan pelantikan Pengurus Pusat IP-PSMTI di lantai 3 Gedung Sekretariat PSMTI Pusat oleh Bapak Brigjen (Purn) Tedy Jusuf selaku Ketua Dewan Pbina Pembina  IP-PSMTI.
Bermula dari sebuah gagasan di akhir tahun 2006 untuk membentuk sebuah organisasi pemuda-pemudi Tionghoa yang dilontarkan oleh Bapak Brigjen (Purn) Tedy Jusuf kepada William Tjahjadi (kala itu William menjabat sebagai Ketua Bidang Pemuda PSMTI Pusat), maka William segera menyambut baik gagasan tersebut. Segera pertemuan-pertemuan awal diadakan, mengundang sejumlah tokoh pemuda yang telah berpengalaman di bidang organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan. Tercatat hadir dalam rapat pembentukan IP-PSMTI dimana kemudian nama-nama tersebut disepakati sebagai pendiri IP-PSMTI adalah: Brigjen TNI (Pur) Tedy Jusuf, William Tjahjadi, Andrew Alister Susanto, Herbert Januar, Alexander Ferry Widjaya, Lina Wen, Joe Riadi, dan Doddy Natadihardja.
Dari rapat-rapat tersebut diputuskan untuk mendirikan sebuah organisasi tingkat nasional pemuda Tionghoa Indonesia yang diberi nama Ikatan Pemuda Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia atau yang disingkat IP-PSMTI, nama tersebut merupakan usulan dari Andrew A. Susanto pada rapat pembentukan. Dalam rapat terakhir finalisasi pembentukan organisasi diputuskan bahwa IP-PSMTI akan dipimpin oleh William Tjahjadi sebagai ketua umum dan Andrew A. Susanto sebagai sekretaris jenderal.
Pendirian IP-PSMTI bertujuan menciptakan wadah untuk merangsang minat generasi muda Tionghoa Indonesia agar turut serta berperan aktif dalam kegiatan organisasi. Kegiatan IP-PSMTI akan berorientasi pada kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan, kegiatan-kegiatan pelatihan kepemimpinan, seminar, dan kegiatan-kegiatan yang bersifat rekreasi untuk memupuk rasa persaudaraan. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan sebagai sarana untuk meningkatan kualitas jati diri dan percaya diri, mengasah rasa kepedulian sosial, serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan sebagai salah satu komponen generasi muda bangsa Indonesia. Lebih jauh diharapkan kegiatan-kegiatan tersebut dapat pula meningkatkan rasa percaya diri generasi muda Tionghoa Indonesia untuk aktif dalam organisasi kepemudaan yang memakai kata Tionghoa sebagai nama organisasi.
Setelah William Tjahjadi memimpin IP-PSMTI selama kurun waktu satu tahun posisi kepemimpinan IP-PSMTI dilanjugkan oleh Andrew A. Susanto sebagai PLT ketua umum dan Lexyndo Hakim sebagai sekretaris jenderal, hal dikarenakan pengunduran diri dari William Tjahjadi sebagai ketua umum karena melanjutkan studi ke luar negeri.

Logo dan Maskot Baru Asian Games 2018 - Free Format Vector CDR

10:37 2 Comments
Logo dan Maskot Baru Asian Games 2018
Waisai, 999-logo.blogspot.com - Logo ASIAN GAMES 2018 di Jakarta dan Palembang akhirnya lahir kembali. Selain menghadirkan spirit “Energy of Asia”, logo dan maskot baru ini didapatkan setelah melalui proses berliku. Pemerintah mendengarkan respons dan reaksi publik yang tinggi atas logo tersebut, demi menghadirkan logo yang benar-benar mencerminkan karakter dan semangat yang ingin diusung, menggambarkan bangsa ini sebagai bangsa yang besar dan hebat.
Ketika Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga meluncurkan logo dan maskot Asian Games 2018 pada akhir tahun 2015, tanggapan publik terhadap “Drawa”, nama logo yang mengambil inspirasi dari burung cendrawasih sangat ramai. Baik melalui media arus utama maupun media sosial, publik secara kritis mencermati logo yang sudah diresmikan dan diajukan kepada Olympic Council of Asia (OCA) untuk digunakan dalam ajang Asian Games 2018 di Indonesia.
Masukan dan komentar dari publik yang tajam, kritik yang keras, dapat dipahami sebagai bagian dari partisipasi publik dalam rangka berkontribusi positif terhadap ajang itu secara maksimal. Sebagian besar suara publik beranggapan, logo tersebut jelek, tidak kekinian, kurang gagah, dan lain-lain. Padahal, Presiden Jokowi, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, bermaksud membangun nation branding yang kuat. Salah satunya melalui event internasional ini.


Merespons suara publik dan tanggapan masyarakat yang menginginkan perubahan atas logo tersebut, Kantor Staf Presiden, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Badan Ekonomi Kreatif bergerak cepat dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kemenpora bertugas untuk mengurus proses perubahan logo ke OCA, sedangkan Badan Ekonomi Kreatif bertanggung jawab untuk memproses perubahan logo, mulai dari pembentukan panitia seleksi, penyelenggaraan sayembara terbatas, sampai dengan memilih/menentukan desain terbaik. Sementara itu, Kantor Staf Presiden sesuai dengan fungsinya sebagai instrumen Presiden untuk merespons suara publik atas setiap keputusan Presiden, memastikan bahwa proses perubahan ini dapat sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Lobi Kemenpora kepada OCA dilakukan dan berhasil memastikan diijinkannya perubahan logo. Badan Ekonomi Kreatif pun bergerak cepat. Dalam waktu tiga pekan, panitia seleksi harus memilih 60 peserta, lalu dikerucutkan menjadi 11, dan kemudian menjadi 3, untuk kemudian diajukan kepada Presiden Jokowi.

Melalui proses tersebut, akhirnya logo dan maskot baru Asian Games 2018 hadir. Berbeda dengan kehadiran logo yang pertama, logo hasil desain ulang yang melibatkan para pemangku kepentingan di kementerian/lembaga pemerintahan, dan tentu saja masyarakat luas yang telah berkontribusi dalam kritik dan masukan serta usulan, mendapatkan tanggapan sangat positif dan baik.
Filosofi yang ada di balik logo baru ini, mencerminkan kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang besar.

Kini, logo dan maskot tersebut sudah siap untuk didistribusikan ke 45 negara anggota OCA yang akan mengikuti perhelatan akbar ini.

Suara publik, adalah bagian signifikan demi menghadirkan desain yang akan mewakili keseluruhan gambaran tentang Indonesia masa kini. Desain yang merepresentasikan keragaman bangsa ini. Desain yang melambangkan kehebatan dan sejarah perjalanan panjang bangsa ini. Desain yang dihasilkan dari dialektika suara publik dan respons yang positif dari para pemangku kepentingan.

Desain tersebut inspirasinya diambil dari salah satu kata-kata Bung Karno menjelang perhelatan Asian Games 1962 di Jakarta, “Nah, aku sekarang bertanya kepada Saudara-saudara sekalian, apakah engkau tidak bangga bahwa stadion yang hebat ini milik bangsa Indonesia?”

Tinggal kita sebagai penerus dan pewaris bangsa yang besar ini, bahu-membahu untuk menghadirkan pesta olahraga terbaik bagi tamu-tamu yang akan datang, pesta yang mendatangkan kegembiraan dan kesenangan bagi para tamu, pesta yang memberikan hiburan bagi rakyat negeri ini.
Sumber Artikel : ksp.go.id